ANALISIS METODE SPRINGATE (S-SCORE) SEBAGAI ALAT UNTUK MEMPREDIKSI KEBANGKRUTAN PERUSAHAAN (Studi pada Perusahaan Property dan Real estate yang listing di Bursa Efek Indonesia pada Tahun 2011-2013)

Authors

  • Ditiro Alam Ben

Abstract

The purpose of this research aims to know the potential bankruptcy predicting of the Property and Real Estate companies that listed in Indonesia Stock Exchange (IDX) by using Springate (S-Score) analysis and to determine which are the most influential financial ratios in predicting the potential company bankruptcy. The method used in this research is descriptive method with 27 Property and Real Estate companies research objects that listed in Indonesia Stock Exchange (IDX) 2011-2013. The sources of this research is secondary data from the documents include a general overview about the company and  financial statements of Property and Real Estate companies that listed in Indonesia Stock Exchange (IDX) for three years. Based on the analysis performed, There are 8 companies fall into not potentially bankrupt companies category, 9 companies fall into potentially bankrupt companies category, 5 companies that are changing the category from potentially bankrupt becomes not potentially bankrupt, 5 companies that are changing the category from not potentially bankrupt becomes potentially bankrupt. This study adopted multiple linear regression method, entire financial ratios set by Gordon LV Springate namely working capital / total assets, EBIT / total assets, EBT / total current liabilities, and sales / total assets are influential in predicting the potential company bankruptcy which is working capital / total assets is the most influential financial ratio in predicting the potential company bankruptcy. Keywords: Bankruptcy, Springate method, financial ratio ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prediksi  potensi kebangkrutan perusahaan Property dan Real Estate yang listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan menggunakan analisis Springate (S-Score) dan untuk mengetahui rasio keuangan mana yang paling berpengaruh dalam memprediksi adanya potensi kebangkrutan perusahaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan objek penelitian 27 perusahaan Property dan Real Estate yang listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2011-2013. Sumber penelitian adalah data sekunder berupa dokumen-dokumen meliputi data mengenai gambaran umum perusahaan dan laporan keuangan perusahaan Property dan Real Estate yang listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama tiga tahun. Berdasarkan analisis yang dilakukan, terdapat 8 perusahaan yang masuk dalam kategori perusahaaan tidak berpotensi bangkrut, 9 perusahaan yang masuk dalam kategori yang diprediksi berpotensi bangkrut, 5 perusahaan yang mengalami perubahan kategori dari yang diprediksi berpotensi bangkrut menjadi tidak berpotensi bangkrut, 5 perusahaan yang mengalami perubahan kategori dari tidak berpotensi bangkrut menjadi kategori yang diprediksi berpotensi  bangkrut. Penelitian ini menggunakan  metode regresi linier berganda, seluruh rasio keuangan yang ditetapkan oleh Gordon L.V Springate yaitu modal kerja/total aset, EBIT/total aset, EBT/total liabilitas lancar, dan penjualan/total aset berpengaruh dalam memprediksi adanya potensi kebangkrutan perusahaan dimana rasio keuangan modal kerja/total aset paling berpengaruh dalam memprediksi adanya potensi kebangkrutan perusahaan. Kata Kunci: Kebangkrutan, metode Springate, Rasio keuangan

Downloads

Published

2015-03-31

Issue

Section

Articles