ANALISIS BREAK EVEN POINT SEBAGAI ALAT UNTUK MERENCANAKAN LABA PERUSAHAAN (Studi Pada Koperasi Sari Apel Brosem Periode 2011-2013)

Authors

  • Jalaluddin Dimisyqiyani

Abstract

Break even point (BEP) analysis is one of the analysis techniques used to find out whether the company does not earn any profit nor even suffer from losses, which can be said that the cooperative’s income equals the expense, during its activity. The method used in this research is descriptive method with a quantitative approach. This research aims to measure the implementation of BEP analysis in the cooperative production, margin of safety made by the cooperative and to plan the periodical profit and the minimum sales in order to earn profit expected by Koperasi Sari Apel Brosem Batu in 2014. The results of the research in 2013 after semivariabel costs are separated into fixed costs and variable costs, can be calculated BEP coorperative. BEP occurs on sales of Rp. 699,705,406.66 and the margin of safety of 51.23%. In 2013 formed the basis for planning the 2014 calculation. In 2014, BEP will reach is reaching is expected to reach Rp. 732,291,347.83 and the margin of safety of 55.02%. Plan of minimum sales achieving the expected profit of Rp. 1.627.920.000 is expected to reach of Rp. 1,619,440,961.77. Keywords: Break even point, Profit planning. ABSTRAK Analisis break even point (BEP) merupakan suatu teknik analisis yang digunakan untuk mengetahui kondisi di mana perusahaan dalam menjalankan aktivitasnya tidak mendapatkan laba dan tidak menderita kerugian atau jumlah penghasilan sama dengan jumlah biaya yang dikeluarkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui penerapan analisis titik impas pada koperasi, margin of safety yang dihasilkan, dan membuat perencanaan laba periode dan perencanaan penjualan minimal untuk mencapai keuntungan yang diharapkan oleh Koperasi Sari Apel Brosem Batu pada tahun 2014. Hasil dari penelitian tahun 2013 setelah biaya semivariabel dipisahkan ke dalam biaya tetap dan biaya variabel, dapat dihitung BEP perusahaan. BEP terjadi pada penjualan Rp. 699.705.406,66 dan margin of safety sebesar 51,23%. Tahun 2013 dijadikan dasar perhitungan untuk perencanaan tahun 2014. BEP tahun 2014 terjadi pada penjualan Rp. 732.291.347,83 dan margin of safety sebesar 55,02%. Perencanaan penjualan minimal mencapai keuntungan yang diharapkan sebesar Rp. 1.627.920.000 tercapai sebesar Rp. 1.619.440.961,77. Kata Kunci: Break even point, Perencanaan laba.

Downloads

Published

2014-08-25

Issue

Section

Articles