ANALISIS RASIO KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN (Studi kasus pada PT. HM Sampoerna Tbk yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia)

Authors

  • Joy Pulloh
  • Maria Goretti Wi Endang NP

Abstract

This study aims to determine the financial performance of PT. HM Sampoerna Tbk based on the analysis of the liquidity ratio, leverage, activity and profitability. This type of research used in this study as well as the description of the research method used is quantitative, is said to be quantitative because there are numbers and calculations using formula. The results of the study can be seen overall liquidity ratio is still below the industry standard, the company has not addressed It is safe in the short term. The leverage ratio as a whole has met industry standards, this shows the Vendor is able to manage assets well and pressing the use of debt financing. The company's overall activity ratio is already above the standard, but the inventory turnover is still below standard. this is caused by the storage of supplies that are too large so that the company declared unproductive, but the exception of the tobacco companies because the raw materials to the tobacco companies need to be fermented beforehand. The ratio of overall profitability has been above standard. However, net profit margin is still below standard, this shows the company's revenue on sales is not maximized. Key word: financial performance, financial ratio analysis, economic value added ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja keuangan perusahaan PT. HM Sampoerna Tbk berdasarkan analisis rasio likuiditas, leverage, aktivitas, dan profitabilitas. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini deskripsi serta metode penelitian yang dipakai adalah kuantitatif, dikatakan kuantitatif karena terdapat angka dan perhitungan menggunakan rumus. Hasil dari penelitian dapat dilihat rasio likuiditas secara keseluruhan masih dibawah standar industri, Hal ini menujukan perusahaan belum aman dalam jangka pendek. Rasio leverage secara keseluruhan sudah memenuhi standar industri, hal ini menunjukan peusahaan mampu mengelola aktiva dengan baik serta menekan pendanaan menggunakan hutang. Rasio aktivitas secara keseluruhan perusahaan sudah di atas standar, namun pada inventory turn over masih di bawah standar. hal ini disebabkan oleh penyimpanan persediaan yang terlalu besar sehingga perusahaan dinyatakan tidak produktif, namun pada pengecualian pada perusahaan rokok sebab bahan baku pada perusahaan rokok perlu difermentasi terlebih dahulu. Rasio profitabilitas secara keseluruhan sudah di atas standar. Namun  net profit margin masih di bawah standar, hal ini menunjukan pendapatan perusahaan atas penjualan belum maksimal. Kata kunci:kinerja keuangan, analisis rasio keuangan, nilai tambah ekonomi  

Downloads

Published

2016-04-13

Issue

Section

Articles