ANALISIS TINGKAT KESEHATAN BANK DENGAN MENGGUNAKAN METODE RISK-BASED BANK RATING (RBBR) (Studi pada Bank Umum Swasta Nasional Devisa dalam Pengawasan Tahun 2011-2013)

Authors

  • Nurma Lutfiana

Abstract

The level of health in a bank by Kasmir (2008) was used to measure the bank’s ability to conduct operations in order to fulfill obligations under the provisions of Bank Indonesia (BI) regulations. This study aims to identify and explain the calculation as well as the assessment of the soundness of the national private banks under the supervision of foreign exchange in 2011-2013, an assessment of the soundness of banks regulated in Circular BI 13/24/DPNP that divides methods RBBR into 4 factors Risk Profile, Good Corporate Governance, Earning, and Capital, this study focuses on three factors risk profile, earning, and capital as well as the type in this study was descriptive with quantitive approach. Results of research on national private banks foreign exchange supervision by Otoritas Jasa Keuangan (OJK) in 2011-2013 showed that the factor risk profile with an average NPL ratio to obtain the results below 5% and the ratio of the LDR there are several banks that show the results of the risk liquidity received is excellent, and the average was ranked third in the percentage of 85%-100%. Earnings factor measure by ROA and NIM showed an average yield of the two predicate very well, except Bank Mutiara loss in 2013 and Bank Kesawan loss in 201. Overall, the capital of factors with CAR show that in the supervision of foreign exchange national private banks able to meet the minimum capital adequacy of 8% in accordance with the provisions of BI. Keywords: the bank soundness level, risk-based bank rating methods (RBBR) ABSTRAK Tingkat kesehatan dalam suatu bank menurut Kasmir (2008) digunakan untuk mengukur kemampuan bank dalam melakukan kegiatan operasional guna memenuhi kewajiban sesuai ketetapan Bank Indonesia (BI) yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan perhitungan serta tingkat kesehatan Bank Umum Swasta Nasional (BUSN) Devisa dalam pengawasan pada tahun 2011-2013, penilaian terhadap tingkat kesehatan bank diatur dalam Surat Edaran (SE) BI No.13/24/DPNP yang membagi metode RBBR menjadi 4 faktor  yaitu Profil Risiko (Risk Profile) , Good Corporate Governance (GCG), Rentabilitas, dan Permodalan namun, penelitian ini berfokus pada tiga faktor yaitu profil risiko, rentabilitas, dan permodalan serta jenis dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian pada BUSN devisa dalam pengawasan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tahun 2011-2013 menunjukkan bahwa faktor profil risiko dengan rasio Non Perform Loan (NPL)  rata-rata memperoleh hasil dibawah rasio 5% serta pada rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) terdapat beberapa bank yang menunjukkan hasil risiko likuiditas mendapat predikat cukup baik dengan rata-rata  mendapat peringkat 3 pada presentase 85%-100%. Faktor rentabilitas diukur dengan rasio Return On Asset (ROA) dan Net Interest Margin (NIM)  menunjukkan hasil rata-rata dari kedua rasio tersebut memiliki penilaian rentabilitas yang sangat memadai dalam mendukung operasional bank dengan predikat sangat baik, kecuali pada Bank Mutiara yang mengalami kerugian pada tahun 2013 dan Bank Kesawan merugi pada tahun 2012. Secara keseluruhan, pada faktor permodalan dengan rasio Capital Adequacy Ratio (CAR) menunjukkan bahwa BUSN devisa dalam pengawasan mampu memenuhi penyediaan modal minimum sebesar 8% sesuai dengan ketentuan BI. Kata Kunci: tingkat kesehatan bank, metode risk-based bank rating (RBBR)

Downloads

Published

2015-05-25

Issue

Section

Articles