ANALISIS KEAKURATAN MODEL OHLSON DALAM MEMPREDIKSI KEBANGKRUTAN (BANKRUPTCY) (Studi pada Perusahaan Delisting yang terdaftar di BEI periode 2013-2017)

Authors

  • Bayu Insan Utama
  • Nengah Sudjana
  • Ferina Nurlaily

Abstract

Analysis model of bankruptcy is one of instrumental analysis to predict the condition of a company in the future, and Ohlson Model is one of the model that has been used to measure the bankruptcy studies in many literatures. Ohlson model is a model of bankruptcy analysis found by James Ohlson in 1980. This Research has two purposes, firstly to find how the Ohlson Model can be implemented to predict the bankruptcy issue. Secondly, to understand the level of accuracy owned by Ohlson analysis of bankruptcy model. This research selected descriptive with quantitative approach. The object of the study are companies that delisted from Indonesia Stok Exchange in 2013-2017. The sample of the study are selected using purposive sampling technique from seven companies. The data analysis is implemented by calculating each variables using Ohlson Model. The result showed that the level of accuracy by Ohlson Model to predict the company bankruptcy is 61.90% with type error of 38,10%.

Kеywords: Ohlson Model, Bankrupcty, Delisting

ÐBSTRÐK

Model analisis kebangkrutan dapat menjadi alat analisis yang tepat untuk perusahaan dan para investor, dimana model analisis ini dapat digunakan sebagai alat untuk memprediksi kondisi suatu perusahaan dimasa yang akan datang. Model Ohlson merupakan model analisis kebangkrutan yang ditemukan oleh James Ohlson pada tahun 1980. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana implementasi hasil model Ohlson sebagai alat untuk memprediksi kebangkrutan dan untuk mengetahui seberapa besar tingkat akurasi yang dimiliki oleh model prediksi kebangkrutan Ohlson. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini mengambil objek perusahaan yang Delisting (dikeluarkan) dari Bursa Efek Indonesia Periode 2013-2017. Jumlah sampel penelitian ini setelah di seleksi dengan teknik purposive sampling adalah sebanyak 7 perusahaan. Analisis data yang digunakan adalah menghitung masing-masing variabel menggunakan Model Ohlson. Hasil penelitian ini menunjukan  dan menjelaskan implementasi hasil model Ohlson pada 7 perusahaan selama 3 tahun berturut-turut. Hasil selanjutnya menunjukan bahwa tingkat akurasi yang dimiliki oleh model Ohlson untuk memprediksi kebangkrutan perusahaan adalah sebesar 61,90% dengan type error sebesar 38,10%.

Kаtа Kunci: Model Ohlson, Kebangkrutan, Delisting


Downloads

Published

2018-11-23

Issue

Section

Articles