ANALISIS RASIO KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA KOPERASI DARI ASPEK PRODUKTIVITAS BERDASARKAN PERATURAN MENTERI NEGARA KOPERASI DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 06/PER/M.KUKM/V/2006 (Studi Kasus Pada KUD “Batu” Malang Periode 2008 -20

Authors

  • Erly Maya Sari

Abstract

Pada penelitian ini, peneliti memfokuskan pada analisis rasio keuangan dan penilaian kinerja Koperasi Unit Desa “Batu†Malang dari aspek produktivitas berdasarkan Peraturan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Nomor : 06/Per/M.KUKM/V/2006. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada KUD “Batu†Malang diketahui bahwa koperasi ini mempunyai peringkat yang kurang. Hal ini disebabkan karena adanya hasil penilaian keuangan yang rata-rata masih jauh dari standar yang telah ditetapkan oleh Peraturan Menteri Negara KUKM RI Nomor : 06/Per/M.KUKM/V/2006. Meskipun dari aspek produktivitas koperasi mempunyai peringkat yang kurang, koperasi sangat bermanfaat bagi anggotanya karena dengan adanya pembelian susu yang dihasilkan oleh peternak (anggota KUD), para peternak sudah tidak perlu memikirkan masalah pemasaran hasil susunya dan juga sudah dapat menikmati keuntungan / laba dari hasil usaha peternakannya. Disamping itu juga akan mendapatkan pembagian keuntungan / laba dari hasil penjualan susu oleh KUD ke PT Nestle dan penjualan susu siap minum yang termasuk dalam pembagian Sisa Hasil Usaha. Kata Kunci : rasio keuangan, kinerja koperasi, aspek produktivitas, Peraturan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Nomor : 06/Per/M.KUKM/V/2006 Abstract In this study, researchers focused on the analysis and assessment of financial ratios Village Unit Cooperatives " Batu" Malang of aspects of productivity based on the Regulation of the Minister of Cooperatives and Small and Medium Enterprises Republic of Indonesia Number: 06/Per/M.KUKM/V/2006. Based on the results of research conducted at KUD "Batu" Malang is known that this cooperative has less rank. This is because the financial assessment average is still far from the standards set by the Minister of State KUKM No.: 06/Per/M.KUKM/V/2006. Altough from productivity aspects this cooperative has less rangking, but the cooperative is very benefical to members because with the purchase of milk produced farmers (members of KUD), the farmers are not have to think about the problem of milk marketing results and have also been able to enjoy the advantages / profits from the result of this farm. Besides will get division of profits from the sale of milk by KUD to PT Nestle and sales are ready to drink milk included in the division of the result of effort. Keywords : financial ratios, the performance of cooperatives, Regulation of the Minister of Cooperatives and Small and Medium Enterprises Republic of Indonesia Number: 06/Per/M.KUKM/V/2006  

Downloads

Published

2013-10-11

Issue

Section

Articles