ANALISIS PERAN KEBIJAKAN ILLEGAL, UNREPORTED, AND UNREGULATED FISHING (IUU) PADA EKSPOR IKAN TUNA DAN UDANG TANGKAP (Studi pada Sebelum dan Sesudah Penerapan Permen KP Nomor 56 dan 57/PERMEN-KP/2014 terhadap Volume Ekspor Tuna dan Udang Tangkap di Jawa Ti

Authors

  • Dewinta Ayu Syahrani
  • M. Al Musadieq M. Al Musadieq
  • Ari Darmawan

Abstract

Indonesia as a maritime country with plentiful marine resource is threaten by Illegal, Unreported, and Unregulated Fishing. It predicts that Indonesia losses USD 20 billion annually. Since 3 November 2014, some new policies applied to combating IUU-F. The objective of this research is to describe and analyze the role of the policy to export of tunas and shrimps in East Java. This research is descriptive research with qualitative approach. Focus in research is the role of IUU-F policies to tunas and shrimps export volume, before and after the implementation of policies. Research in Dinas Kelautan dan Perikanan in East Java and some supporting site in kkp.go.id and fao.org. Data collected from interview, observation, and documentation. The result shows that since the policies applied, number of production and export fishing are decreasing in first year, including tunas. While export of catch fisheries obstructed and decrease since the policy applied, shrimp export volume is not affected to decrease. Keywords: Illegal, Unreported and Unregulated Fishing (IUU-F), tuna export, shrimp export, government policy, combating IUU Fishing ABSTRAK Indonesia sebagai negara maritim yang kaya akan sumber daya laut terancam oleh Illegal, Unreported, and Unregulated Fishing. Diperkirakan kerugian Indonesia sebesar USD 20 miliar per tahun. Sejak 3 November 2014, beberapa kebijakan baru diterapkan untuk melawan IUU-F. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan dan menganalisis peran kebijakan tersebut pada ekspor tuna dan udang tangkap di Jawa Timur. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus dalam penelitian adalah peran kebijakan IUU-F pada volume ekspor tuna dan udang, sebelum dan sesudah penerapan kebijakan. Penelitian dilakukan di Dinas Kelautan dan Perikanan di Jawa Timur dan beberapa situs pendukung di kkp.go.id dan fao.org. data diperoleh dari interview, observasi dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa sejak kebijakan diterapkan, jumlah produksi dan ekspor perikanan tangkap menurun di tahun pertama, termasuk tuna. Ketika ekspor perikanan tangkap terhambat dan menurun sejak kebijakan diterapkan, volume ekspor udang tidak terpengaruh untuk menurun. Kata kunci: Illegal, Unreported and Unregulated Fishing (IUU-F), ekspor tuna, ekspor udang, kebijakan pemerintah, pemberantasan IUU Fishing

Downloads

Published

2017-04-11

Issue

Section

Articles