PENERAPAN MODEL MULTIPLE DISCRIMINANT ANALYSIS ALTMAN (Z”-SCORE) UNTUK MEMPREDIKSI FINANCIAL DISTRESS (Studi Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2012-2014)

Authors

  • Rima Putri Novitasari
  • . Topowijono
  • Devi Farah Azizah

Abstract

This study aims to find companies that categorized as financial distress by using Z "-Score. Previously, this model revise Altman Z-Score become Z'-Score, then modifies to Z "-Score. Multiple Discriminant Analysis Altman (Z "-Score) considered effective to classify estimates or predictions of bankruptcy of the company to five years before it was time. The existence of these predictive models can inform the management company to minimize the potential bankruptcy of the company. In addition, this model used investors and potential investors to determine investment decisions. This study was a descriptive study using financial statements as an analytical tool without avoiding the possibility of using the figures as quantitative data. Based on criteria that have been determined, obtained nineteen companies that the research sample. type of data used is secondary data from company financial statements obtained from the Indonesia Stock Exchange. results of this study indicate that the application of the calculation model of Multiple Discriminant Altman (Z "-Score) there are thirteen companies experiencing financial distress or distress zone potentially bankruptcy, the four companies classified as vulnerable condition or the position of gray area, and only two companies that have conditions of non-financial distress or safe zone and is said healthy. Key Words : bankcrupty, non-financial distress, safe zone, grey zone, distress zone ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perusahaan yang tergolong financial distress dengan menggunakan metode Zâ€-Score. Sebelumnya, Altman merevisi model ini dari Z-Score menjadi Z’-Score, kemudian memodifikasinya menjadi Zâ€-Score. Multiple Discriminant Analysis Altman (Zâ€-Score) dinilai efektif untuk mengklasifikasikan perkiraan atau prediksi kebangkrutan perusahaan sampai lima tahun sebelum tiba saatnya. Adanya model prediksi ini dapat menginformasikan kepada manajemen perusahaan untuk meminimalisir potensi kebangkrutan perusahaan. Selain itu, model ini digunakan oleh para investor dan calon investor untuk menentukan keputusan investasi. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan laporan keuangan sebagai alat analisis tanpa menghindari kemungkinan penggunaan angka-angka sebagai data kuantitatif. Berdasarkan kriteria-kriteria yang telah ditentukan, diperoleh sembilan belas perusahaan yang dijadikan sampel penelitian. Jenis data yang digunakan yaitu data sekunder berupa laporan keuangan perusahaan yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari perhitungan penerapan model Multiple Discriminant Altman (Zâ€-Score) terdapat tiga belas perusahaan yang mengalami kondisi financial distress atau pada posisi distress zone yang berpotensi pada kebangkrutan, empat perusahaan yang tergolong kondisi rawan atau pada posisi grey area, dan hanya dua perusahaan yang mengalami kondisi non-financial distress atau safe zone dan dikatakan sehat. Kata kunci : kebangkrutan, non-financial distress, safe zone, grey zone, distress zone

Downloads

Published

2016-09-14

Issue

Section

Articles