ANALISIS BREAK EVENT POINT DALAM KEBIJAKAN PERENCANAAN PENJUALAN DAN LABA (Studi Pada PT Wonojati Wijoyo Kediri)

Authors

  • Yesy Okviana Ika Pratiwi
  • Moch. Dzulkirom AR
  • Devi Farah Azizah

Abstract

Analysis of break even point is an analysis to obtain information which a sale must be achieved by a company that does not lose and not make a profit. The purpose of this study is provide an overview to the companyin order to plan sales and profit accordingly. The application of the break even point analysis can be used to plan sales and profit planning. The study was a descriptive study. The results of the analysis conducted in PT Wonojati Wijoyo in 2014 can be seen separation costs can be known semivariabel Rp 7.547.557.728,06 fixed costs and variable costs Rp 27.564.958.119,93 with a contribution margin ratio of 31%, while the BEP Multiproduct knowable that PT Wonojati Wijoyo reach break-even point at the time of sale of the company is Rp 24.335.622.425 or at the time of sale 15.944unit. Calculation of 39 % Margin Of Safety. If the company wants profit rose 20%, the sales to be achieved is Rp 43.081.969.753 or 27.718units for product Garden Furniture and 98.429units for products Parquet Block. Based on the analysis, break even point can be one of the tools that can be considered by the company for use in Sales and Profit Planning Policy. Keywords: BEP Multiproduct, Contribution Margin Ratio, Margin Of Safety ABSTRAK Analisis break even point adalah sebuah analisis untuk memperoleh informasi dimana suatu penjualan harus tercapai oleh suatu perusahaan agar tidak mengalami kerugian dan tidak memperoleh laba. Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan gambaran kepada perusahaan agar dapat merencanakan penjualan dan laba dengan tepat. Penerapan analisis break event point dapat digunakan untuk merencanakan perencanaan penjualan dan laba. Penelitian yang dilakukan adalah jenis penelitian deskriptif. Hasil analisis yang dilakukan di PT Wonojati Wijoyo pada tahun 2014 dapat diketahui pemisahaan biaya semivariabel dapat diketahui biaya tetap sebesar Rp 7.547.557.728,06 dan biaya variabel sebesar Rp 27.564.958.119,93 dengan rasio margin kontribusi sebesar 31%, sedangkan BEP Multiproduk dapat diketahui bahwa PT Wonojati Wijoyo mencapai break event point pada saat penjualan perusahaan adalah sebesar Rp 24.335.622.425 atau pada saat penjualan 15.944 unit. Perhitungan Margin Of Safety sebesar 39%. Jika perusahaan menginginkan kenaikan laba sebesar 20% maka penjualan yang harus dicapai perusahaan adalah sebesar Rp 43.081.969.753 atau 26.416 unit untuk produk Garden Furniture dan 1.811 unit untuk produk Parquet Block. Berdasarkan hasil analisis, break event point dapat menjadi salah satu alat yang dapat dipertimbangkan oleh perusahaan untuk digunakan dalam Kebijakan Perencanaan Penjualan dan Laba. Kata Kunci: BEP Multiproduk, Rasio Margin Kontribusi, Margin Pengaman

Downloads

Published

2016-09-01

Issue

Section

Articles