IMPLEMENTASI PENGAWASAN KREDIT USAHA KECIL DAN MENENGAH DALAM UPAYA MENEKAN TUNGGAKAN KREDIT (Studi pada PT BPRS Amanah Sejahtera Gkb, Gresik-Jawa Timur Periode 2012-2014)

Authors

  • Surya Ingga Novembria
  • . Topowijono
  • . Dwiatmanto

Abstract

This research aimed to find out the implementation of small and medium scale enterprise (SME) credit supervision and the efforts taken by PT BPRS Amanah Sejahtera GKB, Gresik-East Java to reduce debt. The research utilized a descriptive qualitative research framework. The focus of this research was supervision of Small- and Medium-Scale Enterprise (SME) credit in 2012-2014 and the credit efforts that were taken by PT BPRS Amanah Sejahtera GKB, Gresik-East Java. The results showed that PT BPRS Amanah Sejahtera GKB, Gresik-East Java in 2012-2014 has a debt with an NPF ratio that has surpassed the threshold of reasonableness, above 5%, and the company was deemed to be in an unhealthy state. This can be seen in the NPF ratios of 2012,2013,and 2014, which were 7.7%,8.8%,and 11.5%. The debt was caused due to the fault of the Account Officer in analyzing the ceiling value, bad depositor mentality, a decrease in depositor businesses, and a disaster. Credit supervision lacked because supervision was not performed routinely, and credit monitoring only consisted of withdrawal after a preliminary report. This research,reschedulling, restructuring,and even asset repossession need to be conducted. Routine scheduled physical checks, xamination of period debtor financial records, and training of account officer abilities. Keywords: Sharia Banking, Credit Supervision, Small and Medium-Scale Enterprises (SMEs), Non-Performing Financing (NPF) ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pengawasan kredit usaha kecil dan menengah (UKM) dan mengetahui upaya dalam menekan tunggakan kredit yang dilakukan PT BPRS Amanah Sejahtera GKB, Gresik-Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus penelitian ini adalah pengawasan kredit Usaha Kecil dan Menengah (UKM) pada tahun 2012-2014 dan upaya menekan tunggakan kredit yang dilakukan PT BPRS Amanah Sejahtera GKB, Gresik-Jawa Timur.HHasil penelitian ini menjelaskan bahwa pada PT BPRS Amanah Sejahtera GKB, Gresik-Jawa Timur periode 2012-2014 memiliki tunggakan kredit dengan rasio NPF yang sudah melampaui batas kewajaran yaitu di atas 5% dan perusahaan dinyatakan dalam kondisi tidak sehat. Hal tersebut dapat terlihat dari rasio NPF pada tahun 2012, 2013, dan 2014 sebesar 7,7%, 8,8% dan 11,5%. Adanya tunggakan kredit disebabkan karena kesalahan Account Officer dalam menganalisis jumlah plafond, watak nasabah yang kurang baik, penurunan usaha nasabah, serta adanya musibah. Kurangnya pengawasan kredit yang dilakukan yaitu Pengawasan tidak dilakukan secara rutin, monitoring perkreditan yang hanya melakukan penarikan atas laporan di awal. Berdasarkan hasil penelitian, tindakan Rescheduling, Restructuring hingga penyitaan jaminan perlu dilakukan. Pengawasan fisik rutin yang dijadwalkan, melihat laporan keuangan debitur secara berkala, dan adanya pelatihan atas kemampuan dan ketelitian Account Officer. Kata kunci: Bank Syariah, Pengawasan Kredit, Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Non performing financing (NPF)

Downloads

Published

2016-04-25

Issue

Section

Articles