ANALISIS DISKRIMINAN UNTUK MEMPREDIKSI KEBANGKRUTAN PERUSAHAAN (Studi pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2011-2013)

Rosmadewi Ayuningtyas Pane

Abstract


Bankruptcy prediction is very important for every company. Bankruptcy prediction done in anticipation of the company's bankruptcy. One way to predict bankruptcy by using discriminant analysis popularized by Altman. In this study predicts bankruptcy in manufacturing firms 2011-2013. This type of research used in this research is descriptive and data collection methods were used that documentation. Selection of the sample in this study using purposing sampling method and obtained as many as 30 samples consisting of two categories, there are 20 companies potential a predicted bankrupt if not a new policies towards improvement and not bankrupt there were 10 companies. Financial ratios are used there are 11 financial ratios. Results of discriminant analysis that there are two companies that moved category of bankrupt becomes bankrupt. The variables that proved to significantly differentiate the company went bankrupt and not bankrupt contained 10 variables and variable dominant form discriminant function is Net Working Capital, Current Ratio, Quick Ratio and Return on Assets.

Keyword: Discriminant Analysis, Altman Method, Bankcrupty

ABSTRAK

Prediksi kebangkrutan sangat penting untuk setiap perusahaan. Prediksi kebangkrutan dilakukan untuk mengantisipasi adanya kebangkrutan pada perusahaan. Salah satu cara memprediksi kebangkrutan yaitu dengan menggunakan analisis diskriminan yang dipopulerkan oleh Altman. Pada penelitian ini memprediksi kebangkrutan pada perusahaan manufaktur tahun 2011-2013. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dan metode pengumpulan data yang digunakan yaitu dokumentasi. Pemilihan sampel pada penelitian ini menggunakan metode purposing sampling dan diperoleh sebanyak 30 sampel yang terdiri dari dua kategori yaitu 20 perusahaan yang diprediksi terdapat potensi bangkrut bila tidak ada kebijakan baru untuk menuju perbaikan dan 10 perusahaan tidak bangkrut. Rasio keuangan yang digunakan ada 11 rasio keuangan. Hasil dari analisis diskriminan yaitu terdapat 2 perusahaan yang berpindah kategori dari bangkrut menjadi tidak bangkrut. Variabel yang terbukti signifikan membedakan perusahaan bangkrut dan tidak bangkrut terdapat 10 variabel danĀ  variabel yang dominan membentuk fungsi diskriminan yaitu Net Working Capital, Current Ratio, Quick Ratio dan Return On Assets.

Kata kunci: Analisis Diskriminan, Metode Altman, Kebangkrutan


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.