PENGAMBILAN KEPUTUSAN INVESTASI SAHAM DENGAN MENGGUNAKAN ANALISIS FUNDAMENTAL MELALUI PENDEKATAN PRICE EARNING RATIO (PER) (Studi Pada Perusahaan-Perusahaan Yang Terdaftar Dalam Indeks LQ45 BEI Indonesia Tahun 2010-2013)

Authors

  • Charistantya Tegar Aganta

Abstract

This study examines the decision making of investors on the basis of fundamental analysis in investing their funds to other parties in order to benefit in the future. This research was conducted with the purpose of providing information to readers about stock investment decisions by calculating the fairness of the share price and compare between the intrinsic value of the stock close price. The analytical method used in this research by using a fundamental analysis approach to price earning ratio (PER). Samples of this research are 21 companies listing BEI incorporated in LQ45 Index during the period 2010-2013. This study provides results that the ITMG company is in condition undervalued condition in which investment decisions can be taken is to buy or hold shares if it already has the company's shares, while 20 other companies are AALI, ASII, BCA, BNI, BRI, BDMN, BMRI , GGRM, INCO, INDF, INTP, JSMR, KLBF, LSIP, PGAS, PTBA, SMGR, TLKM, UNTR, and UNVR are in overvalued conditions so that investment decisions can be made that sell or hold stock if it already has. Keyword: Stock, Investment Decision, Fundamental Analisys, Price Earning Ratio,Intrinsic Value Abstrak Penelitian ini meneliti tentang pengambilan keputusan yang dilakukan oleh investor dengan dasar analisis fundamental didalam menginvestasikan dana mereka kepada pihak lain agar mendapatkan keuntungan di masa depan. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk memberikan informasi bagi pembaca mengenai pengambilan keputusan investasi saham melalui penghitungan kewajaran harga saham serta membandingkan antara nilai intrinsik dengan close price saham. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis fundamental dengan menggunakan pendekatan price earning ratio (PER). Sampel dari penelitian ini yaitu 21 perusahaan listing BEI yang tergabung dalam Indeks LQ45 selama periode 2010-2013. Penelitian ini memberikan hasil bahwa perusahaan ITMG berada dalam kondisi undervalued yaitu kondisi dimana keputusan investasi yang dapat diambil yaitu dengan membeli atau menahan saham tersebut jika telah memiliki saham perusahaan, sedangkan 20 perusahaan lain yaitu AALI, ASII, BCA, BNI, BRI, BDMN, BMRI, GGRM, INCO, INDF, INTP, JSMR, KLBF, LSIP, PGAS, PTBA, SMGR, TLKM, UNTR, dan UNVR mengalami kondisi overvalued sehingga keputusan investasi yang dapat dilakukan yaitu menjual atau menahan saham jika telah memiliki. Kata Kunci: Saham, Keputusan Investasi, Analisis Fundamental, Price Earning Ratio, Nilai Intrinsik

Warning: file_put_contents(): Only -1 of 23 bytes written, possibly out of free disk space in /var/www/html2/administrasibisnis/lib/pkp/classes/cache/FileCache.inc.php on line 90

Downloads

Published

2015-10-16

Issue

Section

Articles