PENILAIAN KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN MENGGUNAKAN ANALISIS RETURN ON INVESTMENT (ROI) DENGAN PENDEKATAN DU PONT SYSTEM DAN RESIDUAL INCOME (RI) (Studi Pada Perusahaan Kosmetik Dan Keperluan Rumah Tangga Yang Listing Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2011-2013

Authors

  • . Nuraini

Abstract

Financial performance of companies in investment center can be done by two methods: ROI with du Pont system approach and RI. ROI has a weakness, that doesn’t count cost of capital, so that high ROI isn’t sufficiently effective before compared with cost of capital, weakness of ROI can be covered by RI.  Use of two methods expected complementary, so that better results obtained. ROI that has been analyzed time series experienced volatile and decreased, ROI decline caused by use of assets that aren’t effective, increase in cost of goods sold and expenses of company. Conditions such as these companies still lack effective and efficient in generating return on assets of company, highest ROI’s owned by PT. Unilever Indonesia, Tbk. for three years at 39.74%, 40.4%, 40.02%, while cross sectional approach shows that average ROI of industry can be said to still unfavorable, value of ROI is above industry average is PT. Unilever Indonesia, Tbk. RI which have been analyzed to show positive results and negative. Achievement of positive RI indicates company is not burdened with high cost of capital and vice versa, so that company can restore investors' expected returns. Companies have highest RI value is PT. Unilever Indonesia, Tbk. Keywords: Return On Investment (ROI), Residual Income (RI), Financial performance of companies Abstrak Penilaian kinerja keuangan perusahaan dalam pusat investasi dapat dilakukan dengan dua metode yaitu Return On Investment (ROI) dengan pendekatan du pont system dan Residual Income (RI). Return On Investment (ROI) memiliki kelemahan, yaitu tidak menghitung biaya modal, sehingga ROI yang tinggi belum efektif sebelum dibandingkan dengan biaya modal, kelemahan ROI dapat ditutupi dengan analisis Residual Income (RI). Return On Investment (ROI) yang telah dianalisis secara time series mengalami fluktuatif dan penurunan, penurunan Return On Investment disebabkan oleh penggunaan aset yang tidak efektif, kenaikan beban pokok penjualan dan beban perusahaan. Kondisi seperti ini perusahaan masih kurang efektif dan efisien dalam menghasilkan laba atas aset yang dimiliki perusahaan, ROI tertinggi dimiliki oleh PT. Unilever Indonesia, Tbk. selama tiga tahun sebesar 39,74%, 40,4%, dan 40,02%, sedangkan secara cross sectional approach menunjukkan bahwa rata-rata ROI industri yang dihasilkan  bisa dikatakan masih kurang baik, nilai ROI  yang berada di atas rata-rata industri adalah PT. Unilever Indonesia, Tbk. Resdiual Income (RI) yang telah dianalisis menunjukkan hasil yang positif dan negatif. Pencapaian RI yang positif menunjukkan perusahaan tidak terbebani biaya modal yang tinggi begitu sebaliknya, sehingga perusahaan dapat mengembalikan tingkat pengembalian yang diharapkan investor. Perusahaan yang memiliki nilai RI tertinggi adalah PT. Unilever Indonesia, Tbk. Kata Kunci: Return On Investment (ROI), Residual Income (RI), Kinerja Keuangan Perusahaan.  

Downloads

Published

2015-09-18

Issue

Section

Articles