ANALISIS SISTEM DAN PROSEDUR PEMBERIAN KREDIT USAHA MIKRO DAN KECIL (UMK) UNTUK MENCEGAH TERJADINYA KREDIT BERMASALAH (Studi pada Community Development Center (CDC) PT. Telekomunikasi Indonesia (Persero), Tbk Kandatel Malang Periode 2012-2014)

Authors

  • Hita Sekar Tanjung Kirana

Abstract

This research done on the basis of Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL) conducted by PT. Telekomunikasi Indonesia (Persero), Tbk Kandatel Malang that aims to prevent the occurrence of Non Performing Loans for micro and small business credit. The kind of research used is descriptive. Data analysis executed is by analyzing the system and procedure of the provision of credit used, the form and documents in favor of, supervision of credit and the level of non-performing loans in the period of 2012-2014. The result of the research indicated that the system and procedure has been implemented well, but in the implementation of the survey, partners which has never been to ask for a loan and partners who previously had to ask for a loan do should be doing the survey by officer 3. Preventive measures undertaken doing by visiting for every three months. Prevention that recommended to prevent the occurrence of non-performing loans are: outbond call, the provision of a warning letter, direct examination, rescheduling, reconditioning, and the last filing eviden troubled credit. Keyword: system and procedure of credit,  micro and small business credit, Non Perfoarming Loans. Abstrak Penelitian ini dilakukan berdasarkan Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL) yang diselenggarakan oleh PT. Telekomunikasi Indonesia (Persero), Tbk Kandatel Malang yang bertujuan untuk mencegah terjadinya kredit bermasalah pada kredit Usaha Mikro dan Kecil (UMK). Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Analisis data yang dilakukan adalah dengan menganalisis sistem dan prosedur pemeberian kredit yang digunakan, formulir dan dokumen yang mendukung, pengawasan kredit, serta tingkat kredit bermasalah pada periode 2012-2014. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sistem dan prosedur telah dilaksanakan dengan baik, namun dalam pelaksanaan survey sebaiknya seluruh calon mitra binaan baik yang sudah maupun yang belum pernah mengajukan pinjaman tetap disurvey oleh officer 3. Upaya preventif untuk pengawasan kredit yang belum ada, sebaiknya dilakukan dengan kunjungan minimal 3 bulan sekali setelah pencairan pinjaman. Upaya pencegahan untuk mencegah kredit bermasalah, diantaranya: outbond call, pemberian surat peringatan, pemeriksaan langsung, rescheduling, reconditioning, dan pengajuan eviden piutang bermasalah. Kata Kunci: sistem dan prosedur pemberian kredit, kredit Usaha Mikro dan Kecil (UMK), kredit bermasalah

Downloads

Published

2015-08-28

Issue

Section

Articles